<span style='font-size: 10pt; font-family: verdana. geneva;'>Selama
ini. kegiatan menyusui dianggap sebagai melulu urusan antara bayi dan
ibu. Kami. 8 ayah muda: Aditia Sudarto. Dipa Andika Nurprasetyo. Ernest
Prakasa. Pandu Gunawan. A. Rahmat Hidayat. Shafiq Pontoh. Sogi Indra
Dhuaja. dan Syarief Hidayatullah berusaha memberi sudut pandang lain
tentang peran ayah dalam urusan menyusui ini. Selama proses pemberian
ASI untuk buah hati kami. kami tersadarkan bahwa ayah dapat dan sangat
bisa berperan bagi keberhasilan dalam proses tersebut. Ketika istri
dilanda baby blues. saat ia tak percaya diri karena kualitas dan
kuantitas ASI-nya diragukan. kamilah tempat ia bersandar. Saat ia jenuh
dan lelah mengurus anak. saat itulah kami bisa berperan dan
menggantikan.</span>
<span style='font-size: 10pt; font-family: verdana. geneva;'>Seiring
perjalanan kami dalam mendukung proses pemberian ASI. kami jadi banyak
belajar tentang seluk-beluk menyusui. Kami belajar memisahkan mana info
yang benar. mana yang sekadar mitos. Kami jadi paham apa saja yang
dibutuhkan dan bisa kami lakukan agar produksi. pemberian ASI. dan
manajemen ASI Perah lancar.</span>
<span style='font-size: 10pt; font-family: verdana. geneva;'>Cerita-cerita
kami dalam mendukung dan mendampingi istri serta pengetahuan kami
seputar pemberian ASI kami himpun menjadi buku ini. Kami bukan ahli;
justru berawal dari kesalahan yang berujung kesadaran. kami ingin dengan
catatan ini ada lebih banyak pihak yang peduli tentang ASI dan
menyusui. terutama para ayah.</span>
<span style='font-size: 10pt; font-family: verdana. geneva;'>