|
|
Sinopsis Buku: Epos Mahabharata yang secara lengkap diceritakan kembali ini memuat riwayat wangsa Bharata, dari nenek moyang yang menurunkan mereka, masa kecil hingga masa dewasa Pandawa dan Kaurawa, pecahnya perang Bharatayudha, sampai Pandawa moksa, naik ke Indraloka.Dari epos India yang sangat terkenal ini, kita bisa memetik banyak pelajaran berharga tentang nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, persaudaraan, perjuangan membela kebenaran, dan kesediaan memaafkan demi kebaikan bersama. Kecuali itu, epos ini dengan jelas menggambarkan bahwa manusia yang berbudi luhur juga memiliki kelemahan; sementara yang berwatak buruk juga memiliki sisi baik. Tak ada manusia yang sempurna.
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Buku Lainnya oleh Nyoman S. Pendit:
 | Rp 27.500 Rp 23.375 "Buku ini sudah cukup memadai dari segi sistem penulisannya yang bersifat ilmiah populer dan dari segi asek materi bahasanya"-I Gde Puja, M.A.(mantan ... [selengkapnya] |  | Rp 65.000 Rp 55.250 Epos Ramayana adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang diadaptasi dari khazanah sastra klasik India. Epos yang sudah berabad-abad dikenal di ... [selengkapnya] |  | Rp 55.000 Rp 46.750 Bhagavadgita adalah salah satu kitab penting dalam agama Hindu. Siapa pun yang sungguh-sungguh berusaha memahaminya, pasti akan menemukan inti ajaran ... [selengkapnya] |  | Rp 37.500 Rp 31.875 Tersedianya saran fisik, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar, merupakan cermin adanya potensi ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku yang dikarang oleh Nyoman S. Pendit »
| Tentang Pengarang:
 Nyoman S. Pendit, lahir di Pulau Dewata, tepatnya di Tabanan pada tanggal 26 Juli 1927 dan menyelesaikan pendidikan terakhir di Visva Bharati University, Santiniketan, India. Penulis sangat produktif menulis buku dan artikel tentang seni budaya, falsafah, agama Hindu dan pariwisata. Disamping di kenal sebagai penulis, wartawan dan terlebih sebagai tokoh penting agama Hindu di Indonesia, pada masa perang kemerdekaan penulis ikut aktif berjuang. Pada tahun 1945-1949, penulis pernah bertugas sebagai Letnan Tentara Pelajar Sunda Kecil, Cie Staf Timur Men Ngurah Rai, dan pada tahun 1949-1954 menjadi Ketua Umum Gerakan Tentara Pelajar Pejuang Sunda Kecil. Di usianya yang sudah hampir tiga perempat abad, Nyoman S. Pendit masih bugar dan tak henti menuangkan buah-buah pikirannya di dalam berbagai ... [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Fatima Mernissi
Rp 31.000 Rp 26.350 "Kamu akan kehilangan kebahagiaan kalau kamu terlalu banyak berpikir tentang harem, batasan dan aturan, Sayangku," demikian Nenek Yasmina berkata. ... [selengkapnya] | oleh Feby Indirani
Rp 28.000 Rp 23.800 Siapa yang berani mengatakan menjadi pelacur itu mudah?
Kemarilah. Aku ingin sekali meludahinya. Sekarang. Saat ini juga.
Kalimat pembuka yang ... [selengkapnya] | oleh Sindhunata
Rp 50.000 Rp 42.500 Kita datang ke dunia ini sebagai saudara,
tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah,
yang ternyata hanya memisahkan kita?
Itulah ... [selengkapnya] | oleh Langit Kresna Hariadi
Rp 99.900 Rp 84.915 Setelah Jayanegara mati, hanya ada dua calon yang salah satunya pasti diangkat menjadi prabu putri. Mereka adalah Sri Gitaraja dan Dyah Wiyat. ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|