Tak Mau Dirayu Bulan—edisi bahasa Indonesia novel The Aluminium Coin karya Andrea Hirata—adalah versi fiksi kisah Hirata sendiri yang pernah menjadi buruh anak, pendulang timah, pernah drop out SMA, kuli toko bahan bangunan, belajar di bawah lampu jalan untuk ujian masuk universitas negeri, serta pegawai kantor pos. Dia tak pernah bercita-cita menjadi penulis. Novel pertamanya Laskar Pelangi—The Rainbow Troops—telah diterjemahkan ke puluhan bahasa asing dan menjadi buku international bestseller pertama dari Indonesia.
Dalam Tak Mau Dirayu Bulan, Hirata berbagi pengalaman membaca dan menulis fiksi dari rentang 20 tahun karier menulisnya, serta lebih dari seribu event buku di banyak negara, mulai dari Smithsonian, USA, Zurich, hingga pulau-pulau Pasifik. Merasa malu dan bertanggung jawab moral atas beasiswa literatur yang diterimanya dari negeri asing, Hirata menulis cerpen pertamanya Dry Season yang kemudian terpilih dimuat di majalah sastra terkemuka Amerika: Washington Square Review, New York Univesity, Winter/Spring 2011. Hirata telah memenangkan beberapa penghargaan sastra internasional, di antaranya pemenang pertama New York Book Festival dan Buchawards, Germany. Hirata menerima gelar Doctor Honoris Causa Literature dari Univeristy of Warwick, UK.
KEUNGGULAN
● Menggabungkan unsur cerita fiksi dan pengalaman personal seorang Andrea Hirata dari masa kecil hingga menjadi seorang penulis best seller dunia.
● Menyelami sisi-sisi lain dari perjalanan kepenulisan Andrea Hirata yang penuh tantangan.
● Sebuah inspirasi bagi para calon penulis lain.
● Penulis best seller dunia kembali hadir dengan karya baru dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
● Telah lebih dulu terbit edisi bahasa Arab dengan judul The Aluminium Coin.
Kategori dan Rangking Bestseller:
Tentang Andrea Hirata:
Andrea Hirata Seman adalah si Ikal yang diceritakan dalam buku tetralogi buku Laskar Pelangi. Ia berpendidikan S1 dari Universitas Indonesia dan S2 dari Sheffield Hallam University (SHU), Inggris. Ia sempat melakukan riset di Universit de Paris, Sorbonne, Prancis dan risetnya itu, yang juga dikisahkan dalam buku ini, mendapat penghargaan khusus dari SHU. Hasil riset tersebut telah ditulis Andrea dalam buku berbahasa Inggris dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Andrea lahir di Belitong dan sampai saat ini masih bekerja di kantor pusat PT Telkom di Bandung.