Buku Dari Sinai sampai Al-Ghazali ini menghimpun esai-esai panjang Goenawan Mohamad yang berisi telaah, renungan, tafsir, sanggahan, dan percakapan sang penulis tentang para pemikir yang merentang mulai Marx hingga Al-Ghazali, Plato hingga Driyarkara, Nietzsche hingga Baldwin. Pokok pergumulan dalam percakapan Goenawan di antaranya adalah ihwal identitas, filsafat dan laku, agama dan politik: tema-tema utama zaman kita.
Ditulis dengan tenang tapi penuh gairah, saling silang antara keanggunan bahasa puisi dengan keketatan argumentasi, antara risalah dan kisah, bentangan khazanah sini dan sana. Alhasil, membacanya Anda harus terus awas dan konsentrasi: kalau tidak, Anda bisa tersesat di keluasan cakrawalanya.
SELEPAS jadi pemimpin redaksi majalah Tempo dua periode (1971-1993 dan 1998-1999), Goenawan nyaris jadi apa yang ia pernah tulis dalam sebuah esainya: transit lounger. Seorang yang berkeliling dari satu negara ke negara la¬in: mengajar, berceramah, menulis. Seorang yang berpindah dari satu tempat penantian ke tempatpenantian berikutnya,tapiakhirnya hanya punya sebuah Indonesia. Seperti ditulisnya dalam sebuah sajaknya: "Barangkali memang ada sebuah negeri yang ingin kita lepaskan tapi tak kunjung hilang.
Dalam perjalanan itu lahir sejumlah karya. Bersama musisi Tony Prabowo dan Jarrad Powel ia membuat libretto untuk opera Kali (dimulai 1996, tapi dalam revisi sampai 2003) dan dengan Tony, The King's Witch (1997-2000). Yang pertama dipentaskan di Seattle (2000), yang kedua di New York. Di tahun 2006, Pastoral, se¬buah konser Tony Prabowo dengan puisi Goenawan, dimainkan di Tokyo, 2006. Di tahun ini juga ia mengerjakan teks untuk drama tari Kali-Yuga bersama koreografer Wayan Dibya dan penari Ketut Rina beserta Gamelan Sekar Jaya di Berke¬ley, California. Tapi ia juga ikut dalam seni pertunjukan di dalam negeri. Dalam bahasa Indonesia dan Jawa, Goenawan menulis teks untuk wayang kulit yang dimainkan dalang Sudjiwo Tedjo, Wisanggeni, (1995) dan dalang Slamet Gundono, Alap-alapan Surtikanti (2002), dan drama tari Panji Sepuh koreografi Sulistio Tirtosudarmo. la menulis dan menyutradarai ...