“Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis” merupakan buku pertama yang ditulis oleh salah satu penulis kenamaan Indonesia, Eka Kurniawan. Awalnya, buku ini merupakan tugas akhir kuliahnya dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Karyanya tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk buku pertama kali pada tahun 1999.
Pembahasan dalam buku setebal 224 halaman ini sangatlah runut. Pada bab-bab awal, penulis menyuguhkan cerita kehidupan Pramoedya Ananta Toer. Penjabaran selanjutnya ialah mengenai makna dari realisme sosialis. Selanjutnya, penulis mengkaji tentang peran realisme sosialis dalam karya sastra sang maestro.
Buku “Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis” ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang ingin memahami tentang filsafat realisme sosialis, terutama dalam karya-karya ciptaan Pramoedya Ananta Toer.
Sinopsis Buku
Pramoedya Ananta Toer tiga kali masuk tahanan oleh tiga kekuasaan yang berlainan. Semua pemenjaraan itu tidak melalui proses pengadilan yang wajar. Pram juga mengalami ketidakadilan di masa Orde Baru: buku-bukunya dilarang beredar dan ia dilarang bicara. Dari sini ia semakin meyakini untuk berpihak kepada “yang kalah”, kepada rakyat jelata, dan konsekuensinya bergabung dengan barisan progresif. Ia menemukan itu dalam realisme sosialis.
Buku Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis yang ditulis Eka Kurniawan ini dapat menjadi pintu masuk bagi mereka yang ingin menelaah karya-karya Pram dalam hubungannya dengan realisme sosialis.
Eka Kurniawan lahir di sebuah desa, dua jam dari Tasikmalaya, 28 November 1975 dan tinggal di sana dengan keempat kakek-neneknya. Desa itulah yang menjadi pijakan awal O Anjing. Beberapa bahan lainnya diperoleh dari tempat lain: ia mengikuti orangtuanya tinggal di perkebunan karet di Cilacap, sebelum mereka pindah lagi ke kota kecil Pangandaran.Di kota itulah, tepatnya ketika masuk SMPN 1 Pangandaran, keinginan untuk menulis pertama kali muncul. Barangkali didorong oleh perkenalannya dengan buku bacaan yang disewakan oleh taman bacaan yang berkeliling dengan sepeda. Puisi pertamanya muncul di majalah anak-anak Sahabat. Ia juga menulis cerpen-cerpen lucu untuk dibaca teman-temannya. Sekolahnya dilanjutkan ke SMAN 1 Tasikmalaya dan tinggal bersama bibinya. Di sana ia lebih banyak di perpustakaan sekolah, menulis di rumah (ayahnya menghadiahinya mesin tik portable karena berhasil meraih lima besar lulusan terbaik) hingga kemudian ia merasa bosan. Ia memulai perjalanan selama berminggu-minggu melintasi kota-kota hingga Jakarta, kemudian berbelok ke timur melewati Cirebon, Tegal, dan Purwokerto. Ketika ia kembali, sekolah telah mengeluarkannya. Ia kembali ke Pangandaran dan masuk SMA PGRI, satu-satunya sekolah yang mau menerimanya tanpa harus mengulang kelas. Selama empat semester ia berhasil mempertahankan ranking pertama tanpa kehilangan kegemarannya untuk membolos; ia suka menjelajahi daerah-daerah sekitar. Tempat favoritnya adalah rawa-rawa Segara Anakan (tempat ...