Tiada yang lebih didambakan manusia melebihi kedamaian. Itulah lagu yang didendangkan semua manusia, semua agama. Tuhan Mahadamai, Dia sumber kedamaian: tiada kedamaian tanpa kehadiran-Nya di lubuk hati manusia, sedang kehadiran itu dirasakan pada saat nama-Nya disebut-sebut, serta kuasa dan keagungan-Nya dirasakan. Karena itu, maka dengan berzikir menyebut nama-Nya dan merenungkan kebesaran dan keagungan-Nya hati menjadi damai dan tenteram.
Secara gamblang dan runut, dalam buku ini M. Quraish Shihab membabarkan bagaimana al-Qur'an membahas zikir dan doa. Tak hanya berfokus kepada menjelaskan tafsir ayat-ayat al-Qur'an dan ditambah hadits terkait, penulis juga menceritakan konteks bahasa, filosofis, sosial, dan sejarahnya.
Nama lengkapnya adalah Muhammad Quraish Shihab. Ia lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rapang, Sulawesi Selatan.[1] Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Abdurrahman Shihab dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam bidang pendidikan terbukti dari usahanya membina dua perguruan tinggi di Ujungpandang, yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan Indonesia bagian timur, dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Ia juga tercatat sebagai rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut: UMI 1959 - 1965 dan IAIN 1972 - 1977.