Dalam masyarakat umum, pendidikan seksualitas masih dianggap tabu, disimpan sebagai rahasia, dan kerap dinilai kotor, sehingga menjadi topik yang cenderung dihindari untuk dibicarakan. Di sisi lain, urgensinya kian menguat apabila melihat semakin maraknya persoalan seks dewasa ini, yang bahkan melibatkan anak-anak.
Bagaimana Islam memandang seks? Perlukah ini dibicarakan dan diajarkan pada anak dan remaja? Lalu bagaimana soal cinta yang mungkin tumbuh sebelum pernikahan dan berpotensi mengundang nafsu? Kemudian jika pendidikan terkait seksualitas perlu disampaikan pada anak, bagaimana cara yang tepat?
Islam sesungguhnya telah secara terbuka membicarakan mengenai pendidikan seksualitas, baik melalui AlQuran dan Sunnah Rasul saw., disertai ajaran dan anjuran perihal pengendalian diri agar tak mengundang perilaku tidak sehat. Tentu, upaya ini perlu diselenggarakan dengan peran bersama: bermula dari rumah, sekolah, hingga masyarakat luas.
Buku ini lahir sebagai secercah jawaban atas sejumlah pertanyaan mengenai pandangan Islam menyangkut seks, misalnya bagaimana Islam memandang seks dan cara penyalurannya? Perlukah ia dibicarakan dan diajarkan kepada anak dan remaja? Bagaimana hal tersebut dibicarakan? Ini kemudian melahirkan banyak pertanyaan baru, misalnya apa itu cinta? Bagaimana dengan cinta sebelum pernikahan? Apa tujuan pernikahan? Apa substansi seks dan bagaimana mempraktikkannya? Adakah tuntunan Islam tentang hal-hal tersebut bahkan adakah dalam Al-Quran atau Sunnah Rasul saw. uraian menyangkut seks yang disampaikan di hadapan khalayak? Dan sebagainya.
Tentu saja banyak ragam pertanyaan dan jawaban yang dikemukakan, baik oleh para pakar maupun orang kebanyakan sesuai usia, pengetahuan, dan kecenderungan masing-masing. Buku ini berusaha menjawab sekelumit dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, terdorong oleh maraknya persoalan seks dewasa ini.
Pada akhirnya, segala upaya kependidikan yang dapat membantu siapa pun menghadapi aneka problem mengenai dorongan seksual, merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan, apa pun nama yang diberikan menyangkut ragam pendidikan itu! Buku ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam konteks tersebut, dengan jalan menghidangkan ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi saw. sambil menjelaskan maksudnya walau secara singkat dan sederhana.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Juli 2023
Nama lengkapnya adalah Muhammad Quraish Shihab. Ia lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rapang, Sulawesi Selatan.[1] Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Abdurrahman Shihab dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam bidang pendidikan terbukti dari usahanya membina dua perguruan tinggi di Ujungpandang, yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan Indonesia bagian timur, dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Ia juga tercatat sebagai rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut: UMI 1959 - 1965 dan IAIN 1972 - 1977.